TETAP BISA MEMANFAATKAN PELUANG

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tetap tak kalah cerdik dengan masyarakat wonocolo dalam manfaatkan peluang bisnis.
toko pakaian yang memberikan keuntungan tersendiri bagi mahasiswa. Sebagai salah satu lapangan pekerjaannya.

Toko pakaian yang memberikan keuntungan tersendiri bagi mahasiswa. Sebagai salah satu lapangan pekerjaannya.

Menjamurnya usaha – usaha yang tumbuh dan berkembang di kawasan sekitar kampus yakni wonocolo, mulai dari warung makan, warung kopi, toko, konter pulsa, warung internet, dan berbagai lainnya juga turut memberikan angina segar untuk finansial mahasiswa yang bisa memanfaatkan peluang usaha yang ada di dalamnya. Seperti yang diakui oleh salah seorang mahasiswa asal Kediri, Maya. “Karena banyak usaha di sini, otomatis banyak juga lapangan kerjanya,” terangnya.

Hal demikian yang menjadikan gadis yang berkuliah di Fakultas Adab dan Humaniora UINSA ini berani untuk melamar menjadi pegawai kerja sebuah warung internet di aera wonocolo. “Tahun kemarin saya coba melamar di sini, Alhamdulillah keterima. Sampai sekarang akhirnya saya kuliah sambil kerja di sini,” jelasnya.

Tidak hanya Maya, masih banyak mahasiswa UINSA lainnya yang bisa memanfaatkan peluang ini. Seperti halnya Dika, mahasiswa Fakultas Tarbiyah ini lain daripada teman – teman mahasiswa lainnya. Dengan keterampilan yang ia dapat ketika SMK dahulu di bidang mesin mempermudahnya ketika memperoleh pekerjaan. Kini ia pun bisa kuliah sambil kerja, dengan menjadi salah seorang montir di sebuah bengkel yang tak terlalu besar namun selalu ramai.

Ternyata, tidak hanya karena adanya kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan peluang, tapi memang peluang tersebut sengaja diciptakan oleh beberapa pemilik usaha untuk turut melibatkan mahasiswa. “Memang sengaja mbak, ini tokonya di jaga oleh mahasiswi – mahasiswi yang kos di rumah saya, biar mereka juga bisa dapat tambahan uang jajan,” ungkap salah satu pemilik usaha toko pakaian di kawasan Wonocolo. Ibu berumur empat puluh tahun ini yang bernama lengkap Rusdiana juga mengaku bahwasanya usaha yang ia lakoni selama ini ramai juga dari konsumen mahasiswa, maka sudah selayaknya ia berbagi rezeki pula dengan mereka. “Tak ada salahnya juga jika saya memberi mereka lapangan kerja juga disini, karena saya juga merasa banyak mendapat keuntungan dari mereka, para mahasiswa,” pungkasnya.

report : san/din

Ingin Mandiri Sampai Bantu Orang Tua (kisah mahasiswa kuliah sambil kerja)

Erwin Fathurrahman merupakan salah seorang mahasiswa Universitas Islam Negri Sunan Ampel yang memutuskan untuk bekerja disela kesibukan  berkuliah. Erwin merupakan mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam yang saat ini duduk di semester empat. Tempat tinggal asalnya di jalan Candi lontar Tengah Gg 6 No 5, Manukan, Surabaya. Namun saat ini ia kos di daerah wonocolo (belakang kampus UINSA). Pekerjaan yang digeluti oleh Erwin tiap harinya adalah bekerja di warung kopi. Ia mulai melakukan pekerjaan ini pada akhir tahun 2014, tepatnya pada bulan desember. “Saya bekerja selama delapan jam perhari, mulai jam enam sore sampai jam dua pagi. Lumayan tiap bulan bayarannya tujuh ratus ribu,” jelasnya.

Awal mula Erwin bekerja di warung kopi adalah ketika ia ditawari oleh pemilik warung kopi yang bernama bapak guno yang berasal dari kota malang, dan Erwin pun bersedia menerima tawaran tersebut. Latar belakang keluarganya yang berasal dari kalangan menengah kebawah merupakan alasan Erwin mengiyakan pekerjaaan tersebut. “Kerja ini ya untuk membantu meringankan beban orang tua,” ungkapnya.

Sebagai mahasiswa yang juga bekerja ia tentu harus pintar – pintar membagi waktunya. Menurut Erwin cara ia membagi waktu itu sebenarnya mudah, cuma ada satu kendala yaitu pada waktu kuliah terkadang ia merasa ngantuk. Erwin juga menambahkan bahwasanya ia menjaga warung sambil belajar, “Biasanya ngatur waktu antara belajar sama kerja ya dengan belajar di sela – sela kerja. Jadi sambil njaga ya baca – baca buku juga,” ujarnya mantap. Erwin berusaha bertanggung jawab dengan apa yang menjadi kewajibannya. “Bisa dibilang disiplin waktu saja, waktunya kerja ya kerja kuliah ya kuliah,” katanya. Erwin  juga mengatakan kalau mengerjakan tugas biasanya ia sampai tidak tidur.

Selain Erwin ada lagi mahasiswa UINSA kuliah sambil bekerja, mahasiswa tersebut bernama Nur Cholis Majid. Cholis sapaan akrabnya saat ini duduk di semester empat. Jenis pekerjaan yang digeluti Cholis adalah sebagai penjaga jasa laundry. Cholis mulai bekerja di tempat laundry tahun 2014 tepatnya pada bulan januari. Tempat cholis bekerja dekat dengan konyrakanya yakni di Gg 3, Jam kerja cholis pun lebih fleksibel karena ia bekerja sehabis pulang kuliah sampai pukul Sembilan malam dan penghasilan yang diperoleh dari jasil pekerjaanya adalah lima ratus ribu per bulannya. Alasan cholis memutuskan bekerja adalah untuk mencari uang jajan sendiri dan mencari kesibukan. Selain itu latar belakang orang tuanya yang bekerja sebagai petani dan anak pertama dalam keluarga adalah alasan lain ia bekerja. Sebagai anak pertama dari dua bersaudara ia harus mandiri, dan ia tidak ingin terlalu merepotkan orang tuanya.

Menurut cholis ia harus pandai-pandai membagi waktu, kalau mengerjakan tugas biasanya cholis mulai di jam-jam luang entah malam hari atau jam kosong perkuliahan. Cholis juga menambahkan bahwa dia sering tidak bisa kumpul dengan teman-temannya karena harus benar-benar membagi waktu antara kuliah, kerja, istirahat, mengerjakan tugas dan belajar.

laudry, salah satu 'kantor' mahasiswa yang melakoni dua peran, kuliah sekaligus kerja.

Laundry, salah satu ‘kantor mahasiswa yang melakoni dua peran, kuliah sekaligus kerja’.

report : mal/riz

MENJELAJAH LADANG BISNIS WONOCOLO

Lebih dari 50 kos-kosan, 20 warung kopi,

30 warung makan, 10 tempat laundry, dan 15 kios fotocopy

yang beroperasi di Wonocolo. Sebuah kawasan dekat Universitas Islam

Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Ini belum termasuk beberapa

jenis usaha lainnya, seperti bengkel, isi ulang air minum, 

toko baju, dan toko elektronik.

salah satu warung makan di kawasan wonocolo yang buka saat malam hari di bulan ramadhan. Salah satu warung makan di kawasan wonocolo yang buka saat malam hari di bulan ramadhan.

Matahari tepat di atas kepala saat itu, sesekali angin berhembus namun tak menambah kesejukan. Udara justru terasa kering. Jalanan wonocolo di siang hari pada bulan ramadhan tampak tak seramai biasanya. Hanya satu warung makan yang terlihat bersiap – siap buka, tampak seorang wanita usia awal lima puluhan yang sibuk mengatur beberapa meja dan kursi. Saat kami menyela kegiatannya demi kepentingan laporan ini, tak ada raut terganggu darinya. Wanita ini justru dengan senyum ramah mempersilahkan kami duduk. “Oh, duduk mbak kalau begitu,” ujarnya sambil mengusap butir – butir peluh di keningnya.

Obrolan pun bergulir setelahnya. “Sudah hampir lima tahun mbak jualan nasi seperti ini, lumayan hasilnya buat nutupi kebutuhan. Terutama buat anak sekolah,” terangnya mengawali pembicaraan. Wanita yang biasa dipanggil Bu Sum ini kemudian buru – buru menambahkan. “Keuntungan bersihnya bisa sampai empat ratus ribu per hari,” ucapnya diakhiri senyum simpul.

Masih menurut wanita bernama lengkap Sumiati ini, berdagang bukan hanya perkara untung dan rugi. Tapi ada satu pelajaran penting untuk hidup yang ada di dalamnya. “Walaupun di wonocolo ini jualan itu usaha yang paling gampang, asal punya modal saja. Tapi jualan kan bukan cuma untung rugi to mbak, seng penting iku kudu sabar mbak,” tuturnya dengan mata menerawang ke atas.

Memang, tak dipungkiri bahwasanya di kawasan yang dekat dengan lokasi kampus ini termasuk wilayah yang strategis untuk mengumpulkan pundi – pundi uang. Tidak hanya menjajakan makanan, dan barang – barang lainnya, namun juga termasuk menawarkan jasa. Peluang – peluang itulah yang dimanfaatkan oleh Sumiati dan ratusan warga lainnya.

Seperti halnya yang dilakukan oleh wanita bermata teduh lainnya. Rumina, sudah hampir sepuluh tahun, ibu dari tiga orang anak ini mengelola rumah kos mahasiswa. Tentu saja usaha yang dimulai dari hal – hal kecil ini tak disangka kini menjadi bisnis utamanya. Bahkan suaminya pun memilih untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang karyawan swasta demi beralih menangani rumah kos ini. “Sekarang, alhamdulillah kos – kosannya tiga belas kamar sudah penuh semua. Nyari rezeki mbak, susah – susah gampang. Tapi ya, yang begini ini kita bersyukur sekali. Dimudahkan yang di-Atas,” terangnya pada kami saat ditemui di sela – sela kegiatannya.

Mukanya yang cerah dan matanya yang bercerita turut menyampaikan pada kami bahwa keuntungan bisnisnya ini tak lepas dari keberhasilannya mencermati peluang yang ada. “Hasil dari rumah kos ini sudah lebih dari cukup mbak untuk biaya hidup, harga sewa satu kamar milik kami itu rata – rata tiga ratus ribu untuk dua orang penyewa. Semua kamar penuh oleh mahasiswa UIN. Yah, itu yang bikin bisnis mudah disini, wong banyak sasarannya,” ujarnya terkekeh.

Berbagai kebutuhan mahasiswa bisa dipandang sebagai peluang baru untuk mendirikan sebuah usaha di kawasan wonocolo ini. Oleh karena itu, sepanjang mata memandang di kawasan wonocolo ini kami melihat banyaknya rumah – rumah yang bertranformasi sebagai warung, kios fotocopy, salon, toko, dan berbagai usaha lainnya.

report : zur/tri/am

Nikmatnya Sedekah

Assalamua’alaikum Wr.Wb.
Akhi dan Ukhti yang dirahmati Allah

Apakah anda tahu tentang Nikmatnya Sedekah?
Sedekah asal kata bahasa Arab shadaqoh yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata. Sedekah dalam pengertian di atas oleh para fuqaha (ahli fikih) disebuh sadaqah at-tatawwu’ (sedekah secara spontan dan sukarela).

Di dalam Alquran banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum Muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah. Di antara ayat yang dimaksud adalah firman Allah SWT yang artinya:
”Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS An Nisaa [4]: 114).

Hadis yang menganjurkan sedekah juga tidak sedikit jumlahnya. Para fuqaha sepakat hukum sedekah pada dasarnya adalah sunah, berpahala bila dilakukan dan tidak berdosa jika ditinggalkan. Di samping sunah, adakalanya hukum sedekah menjadi haram yaitu dalam kasus seseorang yang bersedekah mengetahui pasti bahwa orang yang bakal menerima sedekah tersebut akan menggunakan harta sedekah untuk kemaksiatan. Terakhir ada kalanya juga hukum sedekah berubah menjadi wajib, yaitu ketika seseorang bertemu dengan orang lain yang sedang kelaparan hingga dapat mengancam keselamatan jiwanya, sementara dia mempunyai makanan yang lebih dari apa yang diperlukan saat itu. Hukum sedekah juga menjadi wajib jika seseorang bernazar hendak bersedekah kepada seseorang atau lembaga.Sedekah lebih utama diberikan kepada kaum kerabat atau sanak saudara terdekat sebelum diberikan kepada orang lain. Kemudian sedekah itu seyogyanya diberikan kepada orang yang betul-betul sedang mendambakan uluran tangan. Mengenai kriteria barang yang lebih utama disedekahkan, para fuqaha berpendapat, barang yang akan disedekahkan sebaiknya barang yang berkualitas baik dan disukai oleh pemiliknya.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya;
”Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai…” (QS Ali Imran [3]: 92).

Lalu nikmat bersedekat sangatlah banyak diantaranya adalah,
 Allah Pasti Membalasnya
Allah ta’ala berfirman,
وَمَا أَنفَقْتُم مِّن نَّفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُم مِّن نَّذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ
“Apapun infak yang kalian berikan atau nadzar apapun yang kalian canangkan, sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 270)
 Allah Pasti Menggantinya
Allah ta’ala berfirman,
وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rizki.” (QS. Saba’: 39)
 Mendapatkan Naungan Allah Pada Hari Kiamat
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tujuh golongan orang yang akan diberi naungan oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan dari-Nya. Seorang pemimpin yang adil. Seorang pemuda yang tumbuh dalam [ketaatan] beribadah kepada Allah ‘azza wa jalla. Seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid-masjid. Dua orang lelaki yang saling mencintai karena Allah, mereka berdua bertemu dan berpisah karena-Nya. Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan yang memiliki kedudukan dan kecantikan lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’. Seorang lelaki yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. Dan seorang lelaki yang mengingat Allah dalam kesendirian lalu mengalirlah air matanya.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Shahih at-Targhib [1/531])
 Memadamkan Kemurkaan Allah
Dari Mu’awiyah bin Haidah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya sedekah secara rahasia bisa meredam murka Rabb [Allah] tabaroka wa ta’ala.” (HR. ath-Thabrani dalam al-Kabir, lihat Shahih at-Targhib [1/532])
 Menyelamatkan Dari Siksa Neraka
 Kunci Meraih Kelezatan Amal
Abu Turab rahimahullah mengatakan, “Apabila seorang hamba bersikap tulus/jujur dalam amalannya niscaya dia akan merasakan kelezatan amal itu sebelum melakukannya. Dan apabila seorang hamba ikhlas dalam beramal, niscaya dia akan merasakan kelezatan amal itu di saat sedang melakukannya.” (lihat Ta’thir al-Anfas, hal. 594)
 Lebih Selamat Bagi Hati
Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata, “Sesungguhnya amalan jika ikhlas namun tidak benar maka tidak akan diterima. Demikian pula apabila amalan itu benar tapi tidak ikhlas juga tidak diterima sampai ia ikhlas dan benar. Ikhlas itu jika diperuntukkan bagi Allah, sedangkan benar jika berada di atas Sunnah/tuntunan.” (lihatJami’ al-’Ulum wa al-Hikam, hal. 19 cet. Dar al-Hadits).
 Jalan Untuk Meraih Keikhlasan
Sufyan bin Uyainah berkata: Abu Hazim rahimahullah berkata, “Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu lebih daripada kesungguhanmu dalam menyembunyikan kejelekan-kejelekanmu.” (lihat Ta’thirul Anfas, hal. 231).
”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima.” (QS Al Baqarah [2]: 264).

Seperti itulah nikmatnya bersedekah, dan marilah kita terutama sebagai seorang muslim perbanyaklah pahala dari bersedekah. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.
Terimakasih
Wassalamu’alaikum Wr.Wb