Ingin Mandiri Sampai Bantu Orang Tua (kisah mahasiswa kuliah sambil kerja)

Erwin Fathurrahman merupakan salah seorang mahasiswa Universitas Islam Negri Sunan Ampel yang memutuskan untuk bekerja disela kesibukan  berkuliah. Erwin merupakan mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam yang saat ini duduk di semester empat. Tempat tinggal asalnya di jalan Candi lontar Tengah Gg 6 No 5, Manukan, Surabaya. Namun saat ini ia kos di daerah wonocolo (belakang kampus UINSA). Pekerjaan yang digeluti oleh Erwin tiap harinya adalah bekerja di warung kopi. Ia mulai melakukan pekerjaan ini pada akhir tahun 2014, tepatnya pada bulan desember. “Saya bekerja selama delapan jam perhari, mulai jam enam sore sampai jam dua pagi. Lumayan tiap bulan bayarannya tujuh ratus ribu,” jelasnya.

Awal mula Erwin bekerja di warung kopi adalah ketika ia ditawari oleh pemilik warung kopi yang bernama bapak guno yang berasal dari kota malang, dan Erwin pun bersedia menerima tawaran tersebut. Latar belakang keluarganya yang berasal dari kalangan menengah kebawah merupakan alasan Erwin mengiyakan pekerjaaan tersebut. “Kerja ini ya untuk membantu meringankan beban orang tua,” ungkapnya.

Sebagai mahasiswa yang juga bekerja ia tentu harus pintar – pintar membagi waktunya. Menurut Erwin cara ia membagi waktu itu sebenarnya mudah, cuma ada satu kendala yaitu pada waktu kuliah terkadang ia merasa ngantuk. Erwin juga menambahkan bahwasanya ia menjaga warung sambil belajar, “Biasanya ngatur waktu antara belajar sama kerja ya dengan belajar di sela – sela kerja. Jadi sambil njaga ya baca – baca buku juga,” ujarnya mantap. Erwin berusaha bertanggung jawab dengan apa yang menjadi kewajibannya. “Bisa dibilang disiplin waktu saja, waktunya kerja ya kerja kuliah ya kuliah,” katanya. Erwin  juga mengatakan kalau mengerjakan tugas biasanya ia sampai tidak tidur.

Selain Erwin ada lagi mahasiswa UINSA kuliah sambil bekerja, mahasiswa tersebut bernama Nur Cholis Majid. Cholis sapaan akrabnya saat ini duduk di semester empat. Jenis pekerjaan yang digeluti Cholis adalah sebagai penjaga jasa laundry. Cholis mulai bekerja di tempat laundry tahun 2014 tepatnya pada bulan januari. Tempat cholis bekerja dekat dengan konyrakanya yakni di Gg 3, Jam kerja cholis pun lebih fleksibel karena ia bekerja sehabis pulang kuliah sampai pukul Sembilan malam dan penghasilan yang diperoleh dari jasil pekerjaanya adalah lima ratus ribu per bulannya. Alasan cholis memutuskan bekerja adalah untuk mencari uang jajan sendiri dan mencari kesibukan. Selain itu latar belakang orang tuanya yang bekerja sebagai petani dan anak pertama dalam keluarga adalah alasan lain ia bekerja. Sebagai anak pertama dari dua bersaudara ia harus mandiri, dan ia tidak ingin terlalu merepotkan orang tuanya.

Menurut cholis ia harus pandai-pandai membagi waktu, kalau mengerjakan tugas biasanya cholis mulai di jam-jam luang entah malam hari atau jam kosong perkuliahan. Cholis juga menambahkan bahwa dia sering tidak bisa kumpul dengan teman-temannya karena harus benar-benar membagi waktu antara kuliah, kerja, istirahat, mengerjakan tugas dan belajar.

laudry, salah satu 'kantor' mahasiswa yang melakoni dua peran, kuliah sekaligus kerja.

Laundry, salah satu ‘kantor mahasiswa yang melakoni dua peran, kuliah sekaligus kerja’.

report : mal/riz

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s